Aku ingin share pengalamanku kepada para pembaca dan blogger di nusantara.
Sesuai dengan judulnya, ini tentang sebuah perbuatan atau tindakan yang sebetulnya gag pengen, dan gag akan terjadi bila ada yang memicunya.
Ini tentang kisah cintaku dengan seorang cewe yang sangat aku cintai dan aku sayangi. Tak pernah terlintas dibenakku untuk berlakuan jahat atau selingkuh dari dia.
Kejadian ini saat aku mengikuti sebuah bimbingan belajar di Surabaya. Aku pengen kuliah di Surabaya waktu itu, jadi aku ikut bimbel di sana. Aku mutusin buat jalin hubungan jarak jauh sama dia. Awalnya dia sich gag ada masalah dengan ini, asalkan aku jujur.
Aku udah berusaha buat pegang janji itu, aku juga udah jaga hatiku dari orang lain.
Tiba-tiba aku kangen dan pengen pulang.
Setibanya aku dirumah, awalnya sich baik-baik aja. Setelah itu tiba-tiba ceweku ini sms dengan nada yang kurang enak dan sontak mengejutkanku. Dia nuduh aku selingkuh. Berkali-kali aku coba klarifikasi hal tersebut, tapi dia malah makin gag percaya dan makin pedas menghujamiku dengan kata seperti itu.
Dia bilang ada temenku bilang kalo aku punya cewe selain dia. Awalnya dia gag mau kasih tau siapa cewe itu dan siapa temenku yang bilang kayak gitu ama dia.
Lambat laun dia beresedia untuk ngomong, dan gag ku sangka dia adalah temen sekelas waktu SMA dulu.
Aku terkejut dengan kejadian itu, ngerasa gag nyangka aja kalo temenku bisa sampe kayak gitu ama aku.
Aku selalu berpikir apa aku punya salah ama dia, sampe tega bilang kayak gitu. Tega banget bilang aku ngelakuin sesuatu yang sama sekali gag pernah aku lakukan.
Aku coba bicara lagi ama ceweku, tapi dia tetep gag mau percaya dengan semua omonnganku, dan anehnya dia lebih percaya ama omongan orang lain.
Dan parahnya lagi, dia gag sekedar menuduhku selingkuh, dia bahkan tega menuduhku terlibat sebuah kasus perkosaan.
Sontak aku marah besar dengan kata-kata yang ditujukan kepadaku itu.Aku gag habis pikir dia bisa setega ngomong kayak gitu ke aku yang sejatinya masih berstatus sebagai cowonya.
Dan dia semakin tegar dengan pernyataannya itu. Akupun gag tinggal diam.
Aku berjanji gag akan memaafkan kamu sebelum kamu tertunduk dan menangis dipangkuanku sembari kamu menyesal dengan perkataan itu.
Dan semenjak itu aku berkata, jika suatu saat aku gag bisa setia itu semua karena semua perkataanmu ke aku itu.